MotoGP 2020: Morbidelli dan Vinales Kompak Sebut Rossi Pembawa Sial Yamaha
MotoGP 2020: Morbidelli dan Vinales Kompak Sebut Rossi Pembawa Sial Yamaha

MotoGP 2020: Morbidelli dan Vinales Kompak Sebut Rossi Pembawa Sial Yamaha

MotoGP 2020: Morbidelli dan Vinales Kompak Sebut Rossi Pembawa Sial Yamaha

Tiga kegagalan finis beruntun yang dialami Valentino Rossi di MotoGP 2020 merupakan blunder terbesar dalam karirnya di Grand Prix. MotoGP Prancis 2020 digelar di Le Mans pada Minggu, 11 Oktober 2020. Baru berjalan dua tikungan, Rossi terjatuh. Pembalap berusia 41 tahun tersebut terjatuh karena grip ban belakang kurang maksimal. Ini kali ketiga berturut-turut Rossi gagal finis di MotoGP 2020.

Sebelumnya, juara dunia sembilan kali Grand Prix itu juga gagal finis di MotoGP Emilia Romagna dan Catalunya. Jika ditambah kerusakan motor di MotoGP Spanyol, Rossi sudah empat kali gagal finis di musim ini. Ini adalah kali kedua dalam sejarah Rossi gagal finis tiga kali berturut-turut. Momen pertama yang terjadi musim lalu, saat Rossi gagal finis di MotoGP Italia, Catalunya, dan Belanda.

Namun tiga kegagalan finis musim ini di Emilia Romagna, Catalunya, dan Prancis adalah karena kesalahan Rossi sendiri. Tiga kali Rossi gagal finis karena kesalahan pengemudi. Kondisi berbeda terjadi musim lalu ketika Rossi gagal finis tiga kali berturut-turut di GP Italia, Catalunya, dan Belanda. Rossi hanya melakukan dua kesalahan, yakni di MotoGP Italia dan Belanda.

Selama di Catalunya, Rossi kurang beruntung karena menjadi korban kesalahan Jorge Lorenzo yang juga menjatuhkan Andrea Dovizioso dan Maverick Vinales. Tidak pernah dalam sejarah keikutsertaan Rossi di MotoGP, pembalap asal Italia itu melakukan tiga kesalahan dan gagal finis di sembilan balapan di awal musim. Rossi sebelumnya tidak pernah gagal menyelesaikan empat kali dalam sembilan balapan di awal musim.

Rossi kini berada di urutan ke-13 klasemen MotoGP 2020 dengan 58 poin, tertinggal 57 poin dari Fabio Quartararo. Tidak pernah dalam sejarah Rossi ada pembalap Italia yang mengakhiri musim di luar sepuluh besar dalam sejarah Rossi. Jika terus melakukan kesalahan dalam lima balapan terakhir, Rossi berpeluang meraih finis terparah dalam kariernya di Grand Prix.

Terbaru  Mantan Manajer Rossi Sebut Kesuksesan KTM adalah Hadiah dari Honda

Selain itu, rekan satu tim, Maverick Vinales sebagai pembawa sial di tim Yamaha karena terus berbuat kekacauan. Pembalap asal Spanyol itu langsung berada di urutan ke-20 akibat menghindari Valentino Rossi yang terjatuh di dalam lintasan.

“Saya berharap nasib buruk telah selesai, karena saat melaju di tikungan-tikungan awal saya terlibat dalam kecelakaan yang dialami Valentino Rossi. Untuk menghindari kecelakaan itu saya harus melaju lurus, dan saya berada di urutan-urutan terakhir,” tutur Maverick Vinales menambahkan. Kemudian saya mulai banyak bertarung dengan pembalap lain, tetapi saya tidak dapat menemukan ritme yang baik.”

Maverick Vinales merasa kinerja YZR-M1 dalam kondisi lintasan basah itu sudah cukup kompetitif walau belum mampu membawanya berada di podium pada akhir balapan.

“Tapi pada akhirnya kami cepat, saya senang motornya bekerja dengan baik saat basah, biasanya kami sedikit kesulitan. Sayang balapan tidak bisa lebih lama satu putaran, karena saya merasa bisa mengejar Fabio Quartararo yang berbeda satu per detik saja.”

Tidak hanya Vinales, Franco Morbidelli mengatakan kecelakaan yang menimpa Valentino Rossi menjadi penyebab dirinya meraih hasil buruk di MotoGP Prancis 2020.

“Saya kehilangan banyak posisi karena menghindari kecelakaan Valentino. Saat kualifikasi Q2, sesuatu yang aneh terjadi, jadi saya terpaksa start ke-11. Sejak saat itu, keadaan semakin buruk. Meski saya memulai balapan dengan baik, saya (malah) terlibat kecelakaan dengan Valentino.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *