Legenda F1 Roland Ratzenberger dan Ayrton Senna Tewas di GP San Marino
Legenda F1 Roland Ratzenberger dan Ayrton Senna Tewas di GP San Marino

Legenda F1 Roland Ratzenberger dan Ayrton Senna Tewas di GP San Marino

Legenda F1 Roland Ratzenberger dan Ayrton Senna Tewas di GP San Marino

F1 GP San Marino, Italia, pada tahun 1994 dikenang sebagai salah satu seri balap paling suram dalam sejarah Formula 1. Diketahui, dua pembalap tewas di seri balap ini. Pembalap Austria Roland Ratzenberger meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di ajang Grand Prix F1 San Marino pada April 1994. Ratzenberger yang baru satu musim mengikuti F1 sekaligus mengakhiri karirnya, tewas dalam kecelakaan parah di Sirkuit Imola.

Kecelakaan yang merenggut nyawa Ratzenberger terjadi di babak kualifikasi Grand Prix San Marino pada 30 April 1994. Mobil balap dengan kecepatan 314,9 km per jam tersebut gagal berbelok ke tikungan Villeneuve dan menabrak tembok luar. Alhasil, tabrakan itu begitu hebat sehingga roda depan menembus kokpit mobil Ratzenberger dan melukai tengkorak pembalap dari tim Simtek.

Ratzenberger dilarikan ke Rumah Sakit Maggiore di Bologna dengan helikopter, tetapi nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal pada saat kedatangannya. Penyebab kematiannya adalah patah tulang tengkorak basilar.

Ratzenberger merupakan pembalap pertama yang tewas dalam ajang grand prix akhir pekan lalu sejak 1982. Ratzenberger juga menjadi pembalap pertama yang tewas dalam kecelakaan fatal di F1 sejak Elio de Angelis pada 1986.

Meski sang pembalap meninggal secara tragis, Tim Simtek memutuskan tetap mengikuti balapan GP San Marino. Sebagai bentuk penghormatan, tempat yang seharusnya menjadi milik Ratzenberger di grid start masih dibiarkan kosong.

Ratzenberger sendiri memulai karirnya sebagai pebalap di ajang Formula Ford Jerman pada tahun 1983 dan pada tahun 1985 ia berhasil menjuarai kejuaraan Formula Ford Austria dan Eropa Tengah. Setelah melanglang buana ke berbagai ajang balap, bahkan balapan dengan mobil indy, akhirnya Ratzenberger membalap di F1 pada tahun 1994. Tahun pertamanya juga merupakan tahun terakhir ia mencicipi mobil jet darat.

Terbaru  F1 GP Eifel 2020: Hulkenberg Mengaku Salah Pilih Mode Mesin Saat Start

Ayrton Senna, yang juga akan membalap di GP F1 San Marino 1994, terpukul keras dengan meninggalnya Roland Ratzenberger. Senna bahkan diminta mundur dari balapan, namun ia memutuskan untuk melanjutkan balapan sehari setelah kematian Ratzenberger. Tapi nasib nahas sepertinya mengikuti Senna.

Pembalap asal Brazil itu mengalami kecelakaan pada tanggal 1 Mei 1994, tepat di hari perlombaan, nyawanya tidak bisa diselamatkan. Senna mengalami kecelakaan di tikungan Tamburello saat mobilnya melaju dengan kecepatan 305 km per jam. Ia menabrak penghalang beton yang tidak terlindungi dan meninggal. Saat petugas trek memeriksa puing-puing mobil balap Senna, mereka menemukan bendera Austria yang robek.

Senna telah merencanakan untuk mengibarkan bendera Austria setelah balapan usai untuk menghormati Ratzenberger. Namun, dia sendiri tidak pernah mencapai garis finis dan menyelesaikan balapan.

Dua kecelakaan tragis di San Marino menjadikannya salah satu seri balap F1 paling suram dalam sejarah. Presiden FIA saat itu, Max Mosley, menghadiri pemakaman Ratzenberger, meskipun perhatian dunia pada saat itu tertuju pada Senna.

Dalam konferensi pers sepuluh tahun kemudian Mosley berkata, “Roland telah dilupakan. Jadi saya pergi ke pemakamannya karena semua orang pergi ke Senna. Saya pikir penting bagi seseorang untuk pergi ke rumahnya.”

Pembalap Formula 1 yang hadir di pemakaman Ratzenberer adalah rekan satu timnya. Mereka adalah David Brabham, Johnny Herbert, Heinz-Harald Frentzen, dan rekan satu negaranya Ratzenberger, Karl Wendlinger dan Gerhard Berger.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *