FIA Periksa Motif Dibalik Tulisan Kaos Hamilton di Grand Prix Tuscan
FIA Periksa Motif Dibalik Tulisan Kaos Hamilton di Grand Prix Tuscan

FIA Periksa Motif Dibalik Tulisan Kaos Hamilton di Grand Prix Tuscan

FIA Periksa Motif Dibalik Tulisan Kaos Hamilton di Grand Prix Tuscan

Dibalik kecelakaan tragis yang menimpa sejumlah pembalap di Formula Grand Prix Tuscan pada 13 September kemarin, Lewis Hamilton menang mengalahkan 11 pembalap lain yang berhasil finis. Namun, FIA selaku penyelenggara menaruh pertahian khusus pada kaos jersey yang dipakai Lewis Hamilon pada saat balapan. Kaos tersebut bertuliskan “Arrest the cops who killed Breonna Taylot”. Tulisan tersebut memiliki arti “Tangkap polisi yang membunuh Breonna Taylor.”

Setelah menginterogasi 12 pembalap yang diduga menjadi penyebab kecelakaan beruntun pada balapan kemarin, kini FIA sibuk mengurusi tulisan kaos pembalap Mercedes tersebut. Bisa dikatakan, FIA tertarik dengan baju hitam yang mencuri perhatian karena tulisan menempel di bagian depan.

Tulisan tersebut adalah buntut dari penembakan oleh polisi terhadap teknisi kulit hitam di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Seperti yang pernah viral sebelumnya, Taylor ditembak mati di rumahnya. Tentunya, kasus ini menambah daftar panjang kasus kekerasan yang dilakukan polisi Amerika Serikat terhadap warga kulit hitam.

Sebelumnya, negara adidaya tersebut sempat diguncang demonstrasi besar-besaran atas kematian George Floyd. Ia merupakan pria kulit hitam itu juga tewas setelah lehernya ditekan dengan lutut saat ditangkap.

Menanggapi kasus tersebut, Lewis Hamilton, pembalap berkulit hitam, menjelaskan pesan yang ingin ia sampaikan dari kaosnya.

“Saya ingin meningkatkan kesadaran tentang orang yang sekarat di jalanan. Orang-orang masih bebas untuk berjalan dan kami tidak bisa beristirahat, tidak bisa sama sekali. Kami harus membuat semua orang waspada akan hal ini.”

Pada Senin, 14 September kemarin, juru bicara FIA membenarkan penyelidikan mereka terhadap Hamilton. Tentunya, pihak FIA ingin mengetahui apakah penggunaan jersey dengan tulisan tersebut melanggar aturan terkait pidato politik dan agama.

Terbaru  F1 GP Eifel 2020: Racing Point Jelaskan Stroll Mundur Karena Sakit Perut

Perlu diketahui, aturan ini tidak menentukan apakah tulisan di kaos juga disertakan. Karena itu, selaku penanggung jawab, Mercedes langsung membela Hamilton dengan mengatakan bahwa pembalap andalannya tersebut sama sekali tidak melanggar aturan.

“Kami tidak memperkenalkan politik ke F 1, ini hanya masalah hak asasi manusia secara umum. Kami hanya ingin menyoroti masalah ini dan membangun kesadaran. Dan ini sangat berbeda.”

Hamilton menjuarai Tuscan GP pekan lalu dan posisinya kini semakin memuncak di klasemen Formula One 2020 dengan terpaut 55 poin dari rekan satu timnya, Valtteri Bottas yang berada di posisi kedua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *