Meski Jadi Pesorak, Tim Honda Beruntung Karena Aturan Khusus MotoGP 2020
Meski Jadi Pesorak, Tim Honda Beruntung Karena Aturan Khusus MotoGP 2020

Meski Jadi Pesorak, Tim Honda Beruntung Karena Aturan Khusus MotoGP 2020

Meski Jadi Pesorak, Tim Honda Beruntung Karena Aturan Khusus MotoGP 2020

Honda mengalami masa sulit bahkan setelah gagal menaiki podium sepanjang MotoGP musim ini. Namun, status mereka sebagai tim non-konsesi tidak lepas dari mereka. Honda mungkin tidak pernah menyangka MotoGP 2020 menghadirkan masa-masa sulit bagi mereka. Setelah memenangkan MotoGP 2019, pebalap andalan Marc Marquez juga mengalami cedera bahu dan situasi berubah 180 derajat.

Sebelumnya, Marquez menunjukkan dominasinya pada pembukaan MotoGP Spanyol yang digelar di Sirkuit Jerez, Spanyol, pada 19 Juli 2020. Marquez sempat finis di urutan kedua, namun, saat podium sudah terlihat, bencana datang. Pebalap Repsol Honda tersebut terlempar dari motornya dan mengalami patah tulang humerus di lengan kanannya. Dengan menjalani proses dua kali operasi, Marc Marquez absen lama sementara pebalap Honda lainnya kesulitan menjinakkan motor RC213V.

Harapan Honda saat ini berada di pundak Takaaki Nakagami yang merupakan pebalap LCR Honda. Sedangkan, pebalap Honda lainnya kesulitan untuk hanya finis di 10 besar. Sejaug ini, Nakagami tampil kompetitif meski tidak bisa meraih podium. Kegagalan Honda untuk memenangkan podium dalam lima balapan pertama musim ini membuat mereka mengulangi rekor buruk mereka 38 tahun lalu.

Namun, kegagalan meraih podium selama satu musim penuh tidak selalu berdampak buruk bagi pabrikan di MotoGP. Aturan khusus menyebutkan, pabrikan yang gagal meraih podium dalam satu musim akan turun kasta dengan mendapatkan status konsesi pada musim berikutnya.

Sebelumnya, MotoGP menerapkan regulasi terkait pemberian status konsesi, dimana produsen konsesi memiliki keuntungan dalam melakukan pengujian tak terbatas dengan penggerak utama. Selain itu, tim tersebut dapat meningkatkan mesin saat kompetisi berlangsung, dan mengalokasikan lebih banyak mesin.

Status konsesi akan hilang ketika pabrikan mendapat enam poin dengan rincian 3 poin dari setiap kemenangan, 2 poin dari hasil runner up, dan 1 poin dari finis ketiga. Sebut saja, Ducati, Suzuki, KTM dan Aprilia adalah contoh pabrikan MotoGP yang sudah mendapat status konsesi. Suzuki bahkan dua kali menjadi pabrikan konsesi pada 2015-2016 dan 2018.

Terbaru  Menuju MotoGP Ceko 2020: Valentino Siap Lengkapi 200 Podium dan Raih 3 Rekor

Seperti halnya Suzuki, situasi serupa tidak akan berlaku untuk Honda musim ini. Pasalnya, aturan khusus dibuat untuk MotoGP 2020. “Karena kejuaraan terganggu akibat wabah penyakit Covid-19, selama musim 2020 konsesi hanya bisa hilang tapi tidak bisa diperoleh.”

Kegagalan untuk mempertahankan gelar juara membuat Honda mendapatkan hak khususnya lagi untuk mengotak-atik mesin dan peralatan aero mereka hingga akhir musim MotoGP 2021. Meski begitu, Honda tak perlu terlalu khawatir. Bermodal performa kuat Marc Marquez di balapan perdananya, The Baby Alien masih berpeluang meraih juara musim depan. Kontrak empat tahun dengan Marquez juga membuat Honda memegang kartu as dalam perburuan gelar MotoGP hingga 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *