Menuju F1 GP Belgia 2020: Ferrari Terhambat Masalah Mesin, Ban, dan Lintasan
Menuju F1 GP Belgia 2020: Ferrari Terhambat Masalah Mesin, Ban, dan Lintasan

Menuju F1 GP Belgia 2020: Ferrari Terhambat Masalah Mesin, Ban, dan Lintasan

Menuju F1 GP Belgia 2020: Ferrari Terhambat Masalah Mesin, Ban, dan Lintasan

Balapan seri ketujuh F1 GP Belgia akan digelar malam hari ini, 30 Agustus 2020 di Sirkuit Spa-Francorchamps. Balapan Formula 1 musim ini masih didominasi oleh tim Mercedes. Dua pebalap Mercedes tidak bisa lepas dari gelar juara. Ini membuat tim Ferrari sangat kesultian mengejar posisi Lewis Hamilton dan Valttero Bottas yang selalu berada di dua teratas.

Mattia Binotto selaku Bos Ferrari menyatakan kurang maksimalnya performa kendaraan jelang GP Belgia disebabkan beberapa faktor. Yang pertama, faktor tersebut dikarenakan kurang mendukungnya lintasan lulus. Kemudian, faktor lain yang menjadi masalah adalah di segi teknis yamg membuat balapan semakin sulit.

Jika diamati, pabrikan Italia itu sebenarnya sudah dua kali berutung memenangi GP Belgia diajang Formula One (F1). Pasalnya, di tahun 2018, mereka berjaya melalui Sebastian Vettel. Sedangkan, di GP Belgia 2019, Ferrari kembali berjaya dengan mengandalkan Charles Leclerc.

Tapi, hegemoni ini terancam berakhir karena tim Ferrari mengalami banyak kesulitan selama melintasi Spa-Francorchamps. Hal ini terbukti saat sesi latihan bebas kedua, Leclerc hanya menempati posisi ke-15. Semenrara itu, Vettel malah tertinggal dua grid dibelakangnya. Keduanya harus start di posisi paling belakang pada balapan malam ini.

Binotto juga membeberkan mengapa kali ini para pembalapnya keteteran. Salah satunya karena trek lurus tidak mendukung performa Ferrari. Di samping itu, tim Ferrari juga menyebut kendala terbesar kemenangan adalah sulitnya memilih ban yang tepat.

“Kami kesulitan membuat ban berfungsi secara maksimal. Kurang daya cengkram, baik saat pengereman dan akselerasi. Tidak ada masalah berarti mengenai mesin kendaraan. Para pembalap hanya mengeluhkan daya cengkram ban. Saya pikir itu bukan potensi maksimal kendaraan kami. Juga bukan karena posisi kendaraan, jika melihat grid dan hal lain yang berkaitan dengan rivalitas di lintasan. Saya rasa itu masalah serupa di dua kendaraan. Jadi bukan faktor pengemudi,” ujar bos Ferrari.

Terbaru  Klasemen F1 Setelah GP Portugal 2020: Hamilton Puncaki 92 Kemenangan

Binotto menyebut masalah ban membuat Ferrari kesulitan mengambil respon yang harus diambil pada beberapa kondisi. Hal ini terjadi karena sejumlah resiko akan muncul. Salah satu yang pernah terjadi adalah mobil melambat di lintasan lurus atau tikungan.

“Jika tidak bisa menemukan setingan ban yang tepat, Anda tidak bisa menggunakannya dengan benar. Jelas, jika ban tidak punya daya cengkram, Anda tidak akan bisa cepat di sektor dua, kemudian Anda akan melambat di tiga sektor,” imbuhnya.

Untuk saat ini, belum ada yang bisa memutuskan dominasi tim Mercedes pada Formula 1 2020. Hanya segelintir pebalap yang diprediksi dapat mengikuti pergerakan tim tersebut, seperti Max Verstappen yang merupakan pebalap tim Red Bull Racing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *