Desain Livery Bus Indonesia yang Berbeda-Beda Ditiru di Luar Negeri
Desain Livery Bus Indonesia yang Berbeda-Beda Ditiru di Luar Negeri

Desain Livery Bus Indonesia yang Berbeda-Beda Ditiru di Luar Negeri

Desain Livery Bus Indonesia yang Berbeda-Beda Ditiru di Luar Negeri

Sejumlah bis yang berseliweran di jalan raya tentu memiliki corak dan desain tersendiri berdasarkan Perusahaan Otobus (PO). Hal ini juga sama dengan Bus Antarkota Antarpropinsi (AKAP) Indonesia yang mempunyai beragam tampilan. Tujuannya adalah agar penumpang mudah mengenali bus tersebut sehingga tidak salah naik. Beragam tampilan luar bus ini biasa disebut dengan livery bus.

Indonesia merupakan negara yang menonjolkan ciri khas keragaman tampilan bis sedang negara lain jarang menggunakannya. Dimas Raditya selaku anggota Forum Bismania Indonesia membenarkan, “ Livery juga sebenarnya tidak terlalu berpengaruh pada minat penumpang untuk naik bus tersebut. Jadi lebih ke ciri khasnya saja, tidak tertukar dengan bus lain.”

Jenis livery bus beragam macamnya dan rata-rata dari mereka memiliki konsep grafis modern dengan unsur hewan, batik, maupun corak garis. Bahkan, ada beberapa PO yang mempertahankan satu livery sejak awal didirikan. Sebut saja PO Harapan Jaya yang selalu menggunakan paduan warna putih dan oranye serta gambar kuda di belakang bodi.

PO Safari Dharma Raya menggunakan beberapa gambar binatang sebagai livery. Livery bus saat ini juga pakai kombinasi antara cutting sticker dan sticker printing. Jadi tidak seperti bus zaman dahulu yang biasanya full cat,” tambah Raditya.

Keragaman livery bus ini rupanya dilirik oleh sejumlah negara lain yang rata-rata bis bermotif polos. Salah satu negara yang melirik adalah Bangladesh yang memiliki livery bus mirip dengan PO Haryanto asal Kudus.

Tampilan bus di negara tersebut memiliki konsep serupa dengan grafis modern yang berwarna ungu dan putih. Bahkan, bus Bangladesh ini juga menjiplak gambar Menara Kudus pada bagian belakang. Semuanya tampak mirip kecuali tulisan PO Haryanto yang diganti dengan aksara Bangladesh.

Terbaru  Pindad akan Kerja Sama dengan Astra untuk Miliki Showroom Sendiri

Selain Bagladesh, Pakistan juga terlihat mencontek bus pariwisata Indonesia. Kebanyakan bus di Pakistan ikut-ikutan menambahkan tulisan “Pariwisata” pada bagian kaca depan maupun belakang. Bahkan, ada juga yang menjiplak bus Adiputri asal Malang dengan stiker “Jetbus 3+” dan “Visit Indonesia” pada bagian kaca bus.

Raditnya menambahkan, “Soalnya bus di luar negeri kan kebanyakan polos, jadi ada yang meniru model livery dari Indonesia. Industri karoseri di negara yang meniru livery masih belum sebesar di Indonesia. Kebutuhan bus di sana juga cukup besar, sehingga meniru livery bus Indonesia agar tampilan busnya semakin menarik.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *