Profesor Alex Marah Marquez Jadi Korban Keteledoran Dokter Hingga Mundur Balapan
Profesor Alex Marah Marquez Jadi Korban Keteledoran Dokter Hingga Mundur Balapan

Profesor Alex Marah Marquez Jadi Korban Keteledoran Dokter Hingga Mundur Balapan

Profesor Alex Marah Marquez Jadi Korban Keteledoran Dokter Hingga Mundur Balapan

Menuju balapan Moto Grand Prix 2020 seri ketiga yang diadakan di Sirkuit Brno, Ceko pada Minggu 9 Agustus depan, Marc Marquez, juara bertahan menggemparkan dunia balapan usai menyatakan mundur. Tentu, ini merupakan berita yang mengejutkan karena Marquez merupakan pebalap yang dinanti-nanti oleh sejumlah rival dan penonton.

Saat balapan seri pertama MotoGP Spanyol 2020 pada Senin, 3 Agustus lalu, pebalap Repsol Honda tersebut mengalami crash hingga tertabrak motornya sendiri dan jatuh terguling-guling. Insiden ini membuat cedera yang fatal hingga lengan kanan atasnya patah dan harus diperasi pada Selasa 21 Juli. Pasca operasi, ia harus mengenakan plat titanium guna menguatkan tulang lengannya.

Kemarin pada 4 Agustus, tim Repsol Honda menyatakan bahwa Marquez yang sebelumnya dipertahankan tanpa mencari pebalap pengganti kini harus mundur dari balapan musim ini. Pihaknya mengabarkan bahwa Stefan Bradl akan menjadi pengganti sang juara bertahan. Hal ini dipicu dengan pernyataan Xavier Mir, dokter yang merawat Marquez menyatakan bahwa plat titanium yang menyangga lengannya rusak akibat stres berkelanjutan.

Saat sejumlah tim dan pebalap serta penonton berduka atas mundurnya sang juara bertahan, Profesor Alex Castagna membuka suara yang membuat kabar ini kembali hangat diperbincangkan. Pasalnya, ia beranggapan bahwa Marc menjadi korban keteledoran dokter sehingga ia harus menanggung resiko yang lebih buruk.

Alex Castagna sendiri merupakan kepala unit operasi ortopedi bahu dansiku di rumah sakit di Milan. Sebelumnya, ia berpengalaman menangani cedera yang dialami Valentino Rossi dan Lucas Marini. Ia beranggapan bahwa pihak yang memperbolehkan Marquez turun ke lintasan pasca empat hari operasi merupakan sebuah tindakan yang fatal.

“Saya bisa memahami keinginan Marquez. Apa yang tidak bisa saya pahami adalah bagaimana tim dokter dan Dorna Sports mengizinkan Marquez tampil di MotoGP Andalusia. Itu adalah kesalahan fatal. Marquez mundur karena masih merasakan sakit. Keputusan itu sangat beresiko untuk keselamatan Marquez dan pebalap lain,” tegas Alex.

Terbaru  Kualifikasi MotoGP Austria 2020: Espargaro , Miller, dan Vinales Langsung Tahap Q2

Kemudian, profesor kembali menegaskan bahwa tim medis melakukan hal yang tidak mendidik. Tentu, waktu adalah salah satu faktor yang dibutuhkan pasien untuk proses pemulihan.

“Lebih jauh, dari sudut pandang medis, mengizinkan Marquez kembali adalah keputusan yang tidak mendidik. Atlet yang cedera harus punya kesabaran untuk pulih. Marquez seharusnya beristirahat sampai enam pekan. Waktu sangat penting untuk membuat atlet pulih dari cedera,” imbuhnya.

Tidak sampai disitu, ia juga mengungkapkan bahwa penyebab plat titanium yang pecah adalah karena pebalap melakukan pengereman saat turun ke lintasan kemarin. Meski hanya mengendarai sesaat, hal tersebut berakibat fatal.

“Saya dengar plat titanium di lengan Marquez pecah. Tentu saja itu bisa terjadi karena seorang pebalap membutuhkan lengannya terutama ketika melakukan pengereman. Sekarang Marquez harus memulai lagi dari awal masa pemulihannya. Setelah operasi kedua, saya memprediksi Marquez membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.”

Tentu, respon tegas dari profesor Alex seakan menampar wajah tim medis yang menangani Marquez. Terlepas dari mencari siapa yang salah dan benar, kini Marc Marquez seperti harus menanggung kesedihannya menerima kegagalan yang sangat pahitnya ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *