Warga Inggris Heran Indonesia Borong Sepeda Brompton Harga Selangit
Warga Inggris Heran Indonesia Borong Sepeda Brompton Harga Selangit

Warga Inggris Heran Indonesia Borong Sepeda Brompton Harga Selangit

Warga Inggris Heran Indonesia Borong Sepeda Brompton Harga Selangit

Tidak bisa dipungkiri, pada masa pandemi “New Normal” ini, masyarakat se-Indonesia beramai-ramai bersepeda di sepanjang jalan raya. Tren baru ini tentu membuat masyarakat berlomba-lomba mengendarai sepeda ontel terbaiknya. Salah satu sepeda bergengsi yang diincar adalah Brompton yang harganya bisa mencapai 87 juta rupiah.

Tentu, warga Inggris heran namun senang karena Indonesia menjadi negara terbesar yang membeli bahkan memborong sepeda Brompton. Pada ulsasan akun resmi Brompton Bicycle, sejumlah warga menunjukkan kekaguman sekaligus keheranan mereka tentang konsumen sepeda mahal tersebut.

Salah satunya yang diartikan dalam bahasa Indonesia adalah “Secara pribadi saya tidak punya masalah dengan itu. Sebenarnya saya cukup senang karena seseorang baru saja menawarkan saya $ 4.000 (Rp 58 jutaan) untuk Brompton Explore saya minggu lalu. Saya menjual kepadanya tanpa ragu-ragu. Salah satu teman saya menjual CHPT3-nya seharga USD 6.000 (Rp 87 juta).”

Ia juga menambahkan, “Kemarin salah satu teman saya bertanya apakah saya dapat menemukan 15 sepeda Brompton baru untuknya dan mengirimnya ke Indonesia. Uang BUKAN masalah. Itu benar-benar gila!!!”

Di Twitter, Brompton juga menjadi trending topic karena ulah Indonesia. Salah satu akun @kismin666oys mencuit, “Beli Brompton online. Semua toko di Jerman ditutup karena banyak orang +62 (Indonesia) yang borong.”

Beberapa unggahan diatas bahkan telah dibagikan 10 ribu kalo dan disukai lebih dari 17 ribu orang. Ini membuat sepeda lipat tersebut semakin viral dan tentu semakin banyak diminati netizen Indonesia.

Sepeda lipat asal Inggris ini telah meraup untung banyak karena beberapa warga Indonesia bahkan mau memborong sepeda dengan dana ratusan juta rupiah. Tren ini membuat warga Inggris bertanya-tanya sebenarnya apa yang tengah terjadi di negara berkembang ini hingga membuat warganya berlomba memperebutkan sepeda mahal tersebut.

Terbaru  Kemenperin Dorong Pengembangan Inovasi AMMDes Karena Segudang Manfaat

Warga luar itu heran karena Indonesia adalah negara berkembang. Jika dibandingkan dengan warga Switzerland, mereka jauh memiliki gaji yang tinggi dan mereka tidak tergiur tren musiman hingga meraup ratusan juta demi mengikuti tren. Di sana, mereka bahkan masih senang dengan sepeda ontel tahun 80 hingga 90an.

Beberapa warga juga mengkritik kelakuan warga Tanah Air yang seperti kelewat batas wajar. Saat pandemi, tentu warga diharapkan menghemat dan berdiam diri di rumah. Saat terjadi konsumsi yang berlebih, ini bisa menjadi salah satu faktor nantinya Indonesia akan memiliki krisis ekonomi resensi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *