Kemenperin Terima Dana 25 T untuk Pacu Inovasi Baterai Kendaraan Listrik
Kemenperin Terima Dana 25 T untuk Pacu Inovasi Baterai Kendaraan Listrik

Kemenperin Terima Dana 25 T untuk Pacu Inovasi Baterai Kendaraan Listrik

Kemenperin Terima Dana 25 T untuk Pacu Inovasi Baterai Kendaraan Listrik

Setelah mengadakan perlombaan modifikasi gerobak listrik, kini Kemenperin (Kementrian Perindustrian) menentukan langkah baru dalam bidang pengembangan baterai kendaraan listrik. Ini merupakan salah satu langkah yang strategis yang dapat memberi jalan agar Indonesia dapat mendapat peran utama dalam produk kendaraan berbasis listrik dan kendaraan ramah lingkungan.

Putu Juli selaku Direktur Indurstri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan menegaskan, “Teknologi baterai untuk kendaraan listrik merupakan kunci utama bagi Indonesia menjadi pemain utama di sektor electric vehicle yang ramah lingkungan. Karena itu, investasi dalam pengembangan baterai kendaran listrik menjadi sebuah hal yang perlu terus kami dorong.”

Ia mengaku Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah yang dapat digunakan dalam pengembangan baterai kendaraan listrik. Ini akan membuat negara mandiri tanpa bantuan sumber daya alam negara lain.

Pada dasarnya, bahan baku yang dibutuhkan adalah koblat dan nikel. Kedua material ini jumlahnya lumayan banyak di Tanah Air. Selanjutnya, industri kendaraan listrik sendiri sudah mulai berkembang sehingga memiliki fondasi yang cukup untuk mengembangkan hingga ke pasar global.

Untuk mendukung gerakan pengembangan ini, Kemenperin telah menerima dana sebesar 700 juta dollar Amerika Serikat pada investasi dari PT QMB New Energy Minerals Morowali, Sulawesi Tengah. Tidak hanya itu, PT Halmahera Persada Lygend juga ikut menginvestasikan dana sejumlah 14,8 triliun rupiah di Maluku Utara.

Sementara itu, PT International Chemical Industry menuangkan dana sebesar 207,5 milyar. Perusahaan ini kabarnya akan memproduksi 25 juta buah baterai cell lithium ion. Jumlahnya setara dengan 246 MWh per tahun dan akan memasuki pasar pada 2021 mendatang.

Di samping itu, Putu menegaskan bahwa pemerintah ikut andil mendorong dan mengakselerasikan keterlibatan dalam negeri untuk pengembangan baterai listrik dengan membentuk tim khusus. Tim tersebut terdiri dari BUMN yang bekerja di sektor energi dan tambang seperti PT Antam, PT PLN, serta PT Pertamina.

Terbaru  Sony Produksi Mobil Listrik Self-Driving Vision-S Siap Uji dan Rilis Akhir Tahun

Bahkan, guna mengurangi limbah dan mendaur ulangnya, Kemenperin juga bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait dengan pengembangan baterai listrik ini. Fokus mereka adalah mendaur ulang baterai lithium ion bekas agar menjadi bahan baku dalam memproduksi baterai kendaraan listrik baru.

“Dari berbagai kajian, baterai lithium ion dapat didaur ulang dan hasilnya 100 persen tidak ada yang terbuang sehingga tidak menghasilkan limbah B3. Hal ini tentu sangat penting guna menyokong produksi bahan baku baterai yang ada di berbagai wilayah,” tambah Putu.

Pendek kata, ia berprinsip bahwa kemajuan teknologi sektor otomotif melalui pengembangan baterai kendaraan listrik harus diikuti dengan pelestarian lingkungan agar lebih terasa dampak positifnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *