MotoGP Andalusia 2020: Drama dan Kejutan dalam Balapan Tahun Ini
MotoGP Andalusia 2020: Drama dan Kejutan dalam Balapan Tahun Ini

MotoGP Andalusia 2020: Drama dan Kejutan dalam Balapan Tahun Ini

MotoGP Andalusia 2020: Drama dan Kejutan dalam Balapan Tahun Ini

Sebelum dan sesudah pertandingan MotoGP Andalusia, ketegangan nampak terus saja terjadi. Seperti halnya drama tentang aturan balapan yang mengharuskan pebalap memelankan kendaraan pada area-area tertentu yang berbendera kuning. Aturan tersebut memicu banyak pro-kontra di kalangan pebalap. Sejumlah dari mereka menilai kebijakan baru tersebut konyol karena justru akan membuat mereka bentrok dan rawan insiden.

Drama tak hanya sampai di situ, Marc Marquez usai operasi pasca insiden crash yang membuatnya patah tulang lengan atas juga turut membuat alur cerita. Hampir semua pihak memprediksi bahwa cedera fatal Marquez membuatnya tidak bisa turun ke lintasan pada MotoGP Andalusia kali ini. Namun, ia tampil pada sesi kualifikasi yang sebelumnya tidak hadir pada sesi latihan bebas F1 dan F2.

Pada kualifikasi kemarin lusa, ia sendiri sudah mengakui bahwa mustahil untuk bisa melewati garis finis dengan kondisi lengannya. Namun, ia terlihat memaksakan diri dengan tetap turun ke lintasan lalu putar balik dan menyerah. Meski pihak Repsol Honda tidak memaksakan kehendak, tentu timnya dibayang-bayangi mimpi buruk karena harus mengandalkan satu pemain.

Ketakuktan Repsol Honda terbukti dengan posisi start Alex Marquez, adik sekaligus satu-satunya yang diandalkan harus berada di posisi ke-21. Selain mendapatkan posisi yang kurang menguntungkan, ia juga harus mengalami insiden crash pada balapan terakhirnya kemarin. Tentu, ini membuatnya gagal menjadi bintang pada podium seperti yang diharapkan sang juara bertahan sekaligus kakaknya.

Yamaha seakan mendapatkan peran utama dalam drama ini karena berhasil menguasai podium. Namun, meski meraup tiga jawara, pabrikan motor ini harus mengalami kerugian besar akibat rusaknya tiga mesin motor sekaligus.

Pada lintasan Andalusia kemarin lusa, Minggu, 26 Juli 2020, insiden kembali terjadi. Danilio Petrucci yang merupakan pebalap tim Mission Winnow Ducati mengakui tak melakukan kesalahan. Insidennya terjadi pada lap ke-12 dan ia tak merasakan apa-apa. Namun, meski ia bersikukuh tidak melakukan pergerakan yang beresiko, insidennya harus membuatnya pulang tanpa mencetak poin sama sekali.

Terbaru  FIA Periksa Motif Dibalik Tulisan Kaos Hamilton di Grand Prix Tuscan

Salah satu yang menarik adalah drama keberuntungan yang dimiliki Fabio Quartararo. Selain berbakat, ia juga tengah mendapatkan keberuntungan bertubi-tubi pada MotoGP Spanyol, MotoGP Kualifikasi, dan MotoGP Andalusia. Pada sesi kualifikasi, posisi teratas harusnya diperoleh oleh Maverick Vinales yang menjadi pebalap tercepat. Namun, posisinya harus tergesar sebab pembatalan catatan karena melewati lintasan.

Meski memenangkan posisi pertama, Fabio menambahkan kesan sedih karena perlombaan terasa berbeda karena ketidakhadiran Marc Marquez, juara bertahan. Hal itu juga diungkapkan oleh Valentino Rossi yang tetap memasukkan Marc pada list pebalap yang harus ia saingi di perlombaan tahun ini. Bahkan, Rossi sempat tak termotivasi mengikuti balapan MotoGP Andalusia.

“Pekan lalu sangat bikin frustrasi, saya bilang ‘mungkin saya di rumah saja dan tidak ke Jerez!’ Motivasi saya kurang,” ujar Rossi kepada BT Sport.

Di sisi lain, Rins kesal karena Marquez terus saja menjadi bahan perbincangan pada perlombaan kari ini. “Sejujurnya saya pikir kalian terlalu banyak berbicara mengenai Marquez, karena dia menang banyak balapan dan kejuaraan dunia, tapi para pembalap di sini berusaha mengalahkan dia. Saat ini kondisi itu normal,” ucap Rins dilansir dari AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *