MotoGP Terapkan Aturan Baru Kontroversial di Grand Prix Andalusia 2020
MotoGP Terapkan Aturan Baru Kontroversial di Grand Prix Andalusia 2020

MotoGP Terapkan Aturan Baru Kontroversial di Grand Prix Andalusia 2020

MotoGP Terapkan Aturan Baru Kontroversial di Grand Prix Andalusia 2020

Setelah berhasil menggelar MotoGP Spanyol yang berlokasi di Sirkuit Jerez, pihak penyelenggara akan memberlakukan aturan baru mulai malam ini. Pasalnya, MotoGP Andalusia 2020 akan diadakan malam ini, Minggu, 26 Juli yang bertempat di GP Andalusia, Sirkuit Angel Nieto. Kabarnya, aturan ini berlaku sejak 24-26 Juli.

Salah satu hal mendasar mengenai peraturan baru adalah penggunaan tanda bendera kuning yang ada pada lintasan. Pihaknya akan lebih mengutamakan keamanan pasca insiden crash yang dialami Marc Marquez yang berakibat fatal hingga patah tulang di bagian lengan atas. Cedera yang dialaminya membuatnya tak bisa lanjut mengikuti balapan seri kedua.

FIM Motorsprt membuat kebijakan baru untuk menghindari hal-hal yang tidak diiinginkan. Penanggung acara tersebut menyayangkan banyaknya insiden yang terjadi pada seri pertama MotoGP 2020 yang berlangsung di Sirkuit Angel Nieto, Jerez. Hingga hari ini, Alex yang menjadi adik Marc Marquex turut mendapatkan insiden crash yang untungnya tidak berakibat fatal seperti kakaknya.

Tidak hanya duo Marquez, Cal Crutchlow dan Alex Rins juga turut terluka karena terjatih pada sesi latihan balap bebas Free Practice MotoGP serta pada sesi kualifikasi.

Sebelumnya, FIM, Dorna, dan IRTA kemudian melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait untuk membicarakan aturan bendera kuning. Aturan baru telah disepakati pada hari Kamis 23 Juli lalu, di mana setiap pembalap harus mengurangi kecepatan setiap melihat bendera kuning.

Tentu, kebijakan baru tersebut menuai banyak kritik karena beredar rumor tentang hukuman penalti bagi pebalap yang melanggar. Untuk saat ini masih belum ada hukuman yang jelas bagi pelanggar, namun, pihak FIM menegaskan bahwa hukuman tersebut akan mempengaruhi hasil balapan per pembalap.

Terbaru  Klasemen MotoGP Setelah Teruel 2020: Joan Mir Masih Pimpin Kejuaraan

Seperti halnya yang baru saja terjadi pada Vinales, ia berhasil menjadi yang tercepat pada sesi kualifikasi. Seharusnya, ia menjadi pemilik posisi pole terdepan. Namun, dikarenakan dia melewati batas bendera, catatan waktunya harus dibatalkan. Pihak Race Director MotoGP mengklaim aturan ini akan membuat balapan menjadi lebih kompetitif dan aman.

Sejumlah pebalap tentu mengkritik aturan baru tersebut karena beberapa dari mereka tidak dapat menunjukkan kemampuan maksimalnya di lintasan. Ditambah lagi, pengurangan kecepatan bisa saja berpotensi mengalami benturan pada lintasan.

Jack Miller, pebalap asal Ducati menyebut Dorna Sports telah mengambil langkah yang konyol dengan penerapan aturan tersebut. “Saya banyak mengalami crash, dan menyebabkan banyak masalah di lintasan. Tapi, saya tidak setuju dengan kebijakan ini karena orang yang memiliki akal sehat pasti mengendarai motornya sekencang mungkin untuk menjadi yang terbaik,” ujarnya.

Selain itu, kebijakan ini tidak tepat dan dinilai buruk saat pertarungan di lintasan semakin sengit. Hal ini akan menbuat beberapa pebalap tidak dapat menghindari tabrakan sehingga bisa berakibat fatal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *